May 09, 2005

Upside Down Worship (DR.Richard Pratt)

UPSIDE DOWN WORSHIP
(DR. Richard Pratt, 15-16 Januari 2001)


· II Taw 30 : 1 – 5

- Kitab Tawarikh ditulis dengan latar belakang kembalinya B. Israel dari masa pembuangan dimana mereka harus membangun kembali kehidupan ibadah mereka.

- The centrality of Worship (Pusat Ibadah)
a. First thing must be first
Ø Kita harus menjadikan yang utama menjadi yang utama dalam hidup kita. Saat bangsa Israel terpecah menjadi dua dan saling bermusuhan apa yang dilakukan Hizkia untuk membangun kembali bangsa Israel menjadi bangsa yang kuat? Ia tidak memperkuat ekonomi atau angkatan perang terlebih dahulu melainkan mendirikan kembali ibadah kepada Allah.
Ø Saat Allah menciptakan manusia, Ia memerintahkan manusia untuk “take care & keep the garden”. Alkitab menggunakan istilah yang sama untuk menjelaskan mengenai tugas imam(priest). Itulah tugas dan tujuan hidup manusia : beribadah kepada Tuhan.
Ø Ketika bangsa Israel dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, saat beristirahat dalam perjalanan, kedua belas suku berkemah mengelilingi Tabut Allah mengajarkan mereka satu hal : pusat kehidupan adalah ibadah kepada Allah.
Ø Kita tidak dapat hidup dengan seharusnya tanpa memiliki ibadah sebagai pusat hidup kita.

b. Commitment to faith & Unity
Ø Hizkia tidak melakukan ibadah sekedar ibadah, Ia melakukannya sebagaimana seharusnya yang diperintahkan Tuhan. Ia membangun kerajaannya dengan meletakkan batu-batu yang tepat sbb :
· Batu I : Beribadah sesuai dengan prinsip Firman Tuhan
· Batu II : Memiliki komitmen yang besar terhadap kesatuan bangsanya.
Ia mengundang semua bangsa Israel di Utara & Selatan, meskipun mereka saling membenci.
Seringkali kita menggunakan batu plastik untuk mendirikan ibadah :
· Batu plastik I : menganti yang seharusnya dengan yang baru
· Batu Plastik II : melakukan sebagaimana yang biasa dilakukan

c. Truth & Unity together
Ø Ada 3 unsur yang Hizkia gunakan sebagai perekat untuk merekatkan batu I & Batu II, yaitu :
a. Passion (Kesabaran )
· Hizkia rela memundurkan jadwal perayaan Paskah karena bangsa Israel di bagian utara tidak dapat datang tepat waktu.
· Sabar berarti kita mengambil waktu yang cukup untuk mencapai kebenaran secara bersama-sama dan kita dapat menunggu.
b. The Right Priorities (Prioritas yang tepat)
· Seringkali hal yang Allah tempatkan didaftar paling bawah dalam ibadah kita tempatkan dalam daftar paling atas demikian sebaliknya.
· Semua hal ada urutan prioritasnya tidak bisa disamaratakan.
c. Pray (Berdoa)
· Saat bangsa Isarel bagian utara sakit karena menjalankan Paskah tanpa mentahirkan diri, Hizkia tidak mengusir mereka tetapi berdoa agar Allah memberkati mereka.

· Mazmur 29

Ada 3 hal utama berkaitan dengan upside down worship
a. The Place of Worship (tempat ibadah)
o Ayat 1 menginformasikan dimana kita beribdah, tempatnya tidak didunia secara fisik melainkan disorga
o Saat kita beribadah kepada Allah kita beribadah dialam sorgawi dimana Allah berada.
o Dalam ibadah, apa yang paling menarik perhatian kita? Dunia (jemaat, pendeta, pianis, song leader, pakaian, dll). Mengapa kita lebih tertarik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi disini (gereja) dibandingkan sorga? Karena kita tidak memiliki bayangan surga dimana sorga berada. Kita sering bicara dan mendengar mengenai sorga but it’s mean nothing.
o Seperti apakah Surga? Surga adalah seperti Ruang Tahta Kerajaan yang besar (wahyu 4 : 2-11; Maz 29). Saat memasuki ruang itu semua perhatian kita terarah hanya kepada Dia yang duduk di Tahta.
o Dalam Wahyu disebutkan the creature sangat kagum kepada Allah sehingga tidak bisa berhenti memuji Tuhan. Ada dua kelompok yang beribadah bersama: malaikat sorgawi yang menyembah Allah dan kita yang mendengar mereka menyembah Allah tidak bisa tidak bergabung bersama mereka menyembah Allah.
o Tempat ibadah kita seharusnya adalah Ruang Tahta Allah dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita.

b. The Purpose of Worship (Tujuan ibadah)
Ø Biasanya alasan kita beribadah bukanlah menuju Ruang Tahta tapi :
· Ruang Tamu (bertemu dengan teman-teman, sahabat, dll)
· Ruang Entertain (mendapat hiburan)
· Ruang Terapi (Gereja sering menjadi R. konseling terapi, “I have problem with my spouse, my children, my friend, etc”)
· Ruang Kuliah (kecendrungan Reformed, bila saya mendapat sesuatu yang baru berarti saya beribadah, bila tidak saya tidak beribadah)
Ø Tetapi Ibadah adalah masuk ke R. Tahta bukan R. Tamu, Entertain, Terapi, dll. Semua hal tersebut tidak salah tetapi bukan berada di prioritas paling atas dalam beribadah
Ø Tujuan kita dalam beribadah seringkali adalah : hanya untuk mendapatkan sesuatu bagi diri kita sendiri (teman, hiburan, belajar, pemecahan masalah, dll)
Ø Tujuan Ibadah adalah : to give to God, not to take from God, itu adalah prioritas tertinggi dalam ibadah. Seorang Raja layak menerima segala sesuatu dari kita. Serving in worship is serving God
Ø Allah layak menerima waktu, informasi, entertain, perhatian, pujian, doa yang terbaik dari kita yang lahir dari jiwa kita yang kagum atas keagungan Tuhan karena kita ingin melayani, memberikan yang terbaik bagi Dia.

c. The procedure of worship (Tata Ibadah)
Ø Bila tempat yang kita tuju adalah Ruang Tahta, bila tujuan kita adalah memberi, apa yang harus kita berikan?
· Kemuliaan
· Kekudusan
Kedua hal tersebut sering kita dengar tetapi tidak kita mengerti
Ø Memberi kemuliaan kepada Dia berarti :
Kita melakukan ibadah dengan satu pikiran, lakukan yang terbaik untuk menunjukkan betapa agungnya Dia
“ Saat Ia menyuruh saya menyanyi/berdoa/ mendengar Firman Tuhan, saya akan menyanyi/berdoa/mendengar Firman Tuhan dengan sepenuh hati karena Yesus Kristus begitu berharga bagi saya dan saya ingin menunjukkan betapa berartinya , betapa berharganya Dia bagi saya”
Ø Sikap kita terhadap Allah tercermin dari sikap ibadah kita.
Ø Bawalah kado (ungkapan syukur atas berkat Tuhan, sukacita, dll) kegereja, jangan datang dengan tangan kosong.